Pameran Olafur Eliasson di Museum MACAN kini menjadi pusat perhatian bagi pencinta seni rupa kontemporer di Jakarta. Pameran “Your Curious Journey” resmi dibuka di Museum MACAN sejak 29 November 2025 dan akan berlangsung hingga 12 April 2026.
Pameran ini menampilkan karya‑karya instalasi, lukisan, patung, dan foto dari 30 tahun karier sang seniman Islandia‑Denmark. Ini adalah pameran tunggal besar pertamanya di Asia Tenggara.

1. 17 Karya Instalasi Skala Besar dari Berbagai Medium
Pameran ini menampilkan 17 karya besar — meliputi instalasi imersif, patung, lukisan, fotografi, hingga video.
Dengan demikian, pengunjung tidak hanya menikmati satu jenis seni, tetapi pengalaman multidimensi: cahaya, ruang, warna, dan gerakan.
2. Tur Keliling Asia Pasifik — Jakarta Jadi Persinggahan Terbaru
Sebelum Jakarta, pameran “Your Curious Journey” telah tampil di beberapa kota di Asia Pasifik seperti Singapore Art Museum (SAM), Auckland Art Gallery Toi o Tāmaki di Selandia Baru, dan Taipei Fine Arts Museum di Taiwan.
Setelah Jakarta, pameran ini dijadwalkan ditutup di Museum of Contemporary Art and Design (MCAD) di Manila pada 2026.
3. Interaksi Aktif: Pengunjung Jadi Bagian dari Seni
Salah satu keunikan pameran Olafur Eliasson di Museum MACAN adalah pendekatan interaktif. Banyak instalasinya baru “hidup” ketika pengunjung hadir — lewat gerakan, cahaya, dan bayangan.
Contohnya karya berjudul Multiple Shadow House (2010), di mana struktur kayu dan layar tembus pandang menciptakan bayangan berwarna ketika lampu dinyalakan — dan bayangan itu berubah sesuai posisi serta gerakan pengunjung.
Dengan demikian pameran ini bukan sekadar “melihat” karya, melainkan “mengalami” dan “bermain” bersama seni.
4. Tema Besar: Lingkungan, Persepsi, dan Kesadaran Kolektif
Sebagai seniman dengan reputasi global, Olafur Eliasson sering mengeksplorasi hubungan manusia — ruang — alam. Di pameran ini, karya‑karyanya mengajak kita merenungkan persepsi terhadap lingkungan dan bagaimana kita memaknai ruang lewat cahaya, warna dan gerakan.
Misalnya karya seperti The last seven days of glacial ice (2024) dan The glacier melt series 1999/2019 menyoroti isu perubahan iklim dan mencairnya glasier — mengajak penonton menyadari kerentanan alam.
Dengan demikian pameran Olafur Eliasson di Museum MACAN tidak sekadar menawarkan estetika, tetapi juga mengajak refleksi mendalam.
5. Program Edukasi & Publik: Seni untuk Semua Umur
Selain pameran, Museum MACAN juga menyelenggarakan program edukasi, termasuk ruang seni anak dan sesi diskusi. Salah satunya acara Your curious journey: A Conversation — di mana Olafur Eliasson akan berdialog dengan perupa Indonesia, membahas seni, sains, dan hubungan manusia‑alam.
Program seperti ini membuat pameran tidak hanya untuk penikmat seni dewasa, tetapi juga siswa, keluarga, dan publik umum — sesuai dengan misi Museum MACAN untuk memperluas pendidikan seni di Indonesia.
Mengapa Kamu Sebaiknya Mengunjungi Pameran Ini
Kehadiran Olafur Eliasson di Museum MACAN di Jakarta adalah kesempatan langka untuk merasakan seni kontemporer kelas dunia tanpa harus bepergian ke Eropa atau Amerika.
- Kamu bisa melihat beragam medium dalam satu pameran — instalasi, foto, lukisan, patung — semuanya di satu tempat.
- Karena karya‑karya bersifat interaktif, pengalamanmu saat masuk galeri akan unik. Cahaya, bayangan, gerakan — semuanya berubah sesuai kehadiranmu.
- Selain untuk bersenang‑senang, pameran ini juga mengajak kita merenungkan isu besar: lingkungan, perubahan iklim, dan bagaimana manusia berinteraksi dengan ruang sekitar.
- Program edukasi & publik bisa jadi pengalaman menarik untuk datang bersama teman atau keluarga — cocok untuk kamu yang tertarik seni tapi belum akrab dengan galeri.
Tips Mengunjungi Pameran Olafur Eliasson di Museum MACAN
- Pesan tiket online lebih awal — Museum MACAN menyediakan slot kunjungan dan tiket dewasa/anak.
- Sisihkan waktu minimal 1–2 jam agar bisa mengeksplorasi semua ruang instalasi dengan tenang. Karena karya bersifat sensori dan interaktif, sebaiknya datang tidak buru‑buru.
- Datang dengan mental “ingin merasakan dan mengalami”, bukan sekadar melihat — biarkan cahaya, warna, dan ruang “mengajak” kamu.
- Ajak teman atau keluarga — pengalaman bisa berbeda kalau datang bersama, karena bayangan dan interaksi bisa berubah tergantung siapa yang hadir di ruangan.
Olafur Eliasson di Museum MACAN lewat pameran “Your Curious Journey” menghadirkan lebih dari sekadar instalasi seni; ini adalah pengalaman — ruang berinteraksi antara karya seni, pengunjung, dan dunia sekitar.
17 karya lintas medium, interaktivitas tinggi, serta misi lingkungan dan kesadaran ruang membuat pameran ini relevan dan menarik. Bagi kamu yang menghargai seni, ingin berefleksi, atau sekadar penasaran bagaimana seni bisa “bernyawa”, ini adalah momen tepat untuk datang ke Museum MACAN sebelum pameran berakhir pada April 2026.
