Lukisan Gustav Klimt Terjual Rp3,7 Triliun: Rekor Baru Exclusive Dunia Seni 2025

Lukisan Gustav Klimt kembali menjadi pusat perhatian dunia seni setelah salah satu karyanya, Portrait of Elisabeth Lederer, terjual dengan harga fantastis mencapai $236,4 juta atau sekitar Rp3,7 triliun, menjadikannya rekor tertinggi untuk kategori seni modern pada tahun 2025. Penjualan luar biasa ini terjadi pada lelang bergengsi Sotheby’s di New York pada Selasa, 18 November 2025, dan mengukuhkan posisi Gustav Klimt sebagai salah satu seniman paling bernilai dalam sejarah seni kontemporer.

lukisan gustav klimt

Lukisan Gustav Klimt Pecahkan Rekor Penjualan Modern Art

Acara lelang tersebut menjadi momen bersejarah ketika lukisan Gustav Klimt berukuran 1,8 meter itu memicu perang penawaran selama lebih dari 20 menit. Dengan nilai akhir $236,4 juta, karya ini melampaui rekor sebelumnya yang dipegang oleh potret Marilyn Monroe karya Andy Warhol yang terjual seharga $195 juta pada tahun 2022.

Sotheby’s mengonfirmasi bahwa identitas pembeli dirahasiakan, namun beberapa analis pasar seni meyakini bahwa pembelinya kemungkinan besar adalah kolektor pribadi dari Timur Tengah atau Asia Timur, wilayah yang kini aktif membeli karya seni bernilai tinggi. Lonjakan minat pasar global terhadap karya Klimt juga terlihat dari penjualan karya lain di malam yang sama, termasuk lima karya Klimt dari koleksi Leonard A. Lauder yang secara total mencapai $392 juta.

Sejarah Memilukan di Balik Lukisan Gustav Klimt ini

Dibuat antara tahun 1914 hingga 1916, lukisan ini menggambarkan Elisabeth Lederer, putri dari keluarga kaya raya di Wina. Karya ini tidak hanya terkenal karena teknik artistiknya, tetapi juga kisah dramatis yang menyertainya.

Ketika Austria dianeksasi Nazi pada 1938, keluarga Lederer mengalami penjarahan besar-besaran. Banyak karya seni mereka diambil paksa, namun tidak untuk potret keluarga—yang dianggap Nazi sebagai karya “tidak bernilai”—karena menampilkan wajah keluarga Yahudi. Ironisnya, justru hal inilah yang membuat lukisan tersebut terselamatkan.

Elisabeth Lederer sendiri menggunakan strategi nekat untuk bertahan hidup. Ia mengaku kepada otoritas Nazi bahwa Gustav Klimt, yang bukan Yahudi, adalah ayah kandungnya. Berkat bantuan iparnya yang memiliki jabatan dalam pemerintahan Nazi, Elisabeth berhasil memperoleh dokumen yang “membuktikan” klaim tersebut. Keberadaan lukisan Klimt yang menggambarkan dirinya turut menguatkan narasi tersebut. Upaya ini membuatnya tetap aman di Wina hingga wafat akibat sakit pada 1944.

Kisah ini menjadi salah satu contoh bagaimana seni dan identitas dapat menjadi alat bertahan hidup di masa kelam sejarah Eropa.

Lukisan Gustav Klimt dari Koleksi Leonard A. Lauder

Sebelum dilelang, karya ini berada dalam koleksi mendiang miliarder Leonard A. Lauder, pewaris perusahaan kosmetik Estée Lauder. Lauder yang wafat pada 2025 meninggalkan koleksi seni senilai lebih dari $400 juta, dan penjualan malam itu merupakan salah satu pelelangan terbesar sepanjang tahun.

Para ahli menilai bahwa pasar seni memang mengalami peningkatan signifikan pada 2025. Salah satu faktornya adalah meningkatnya minat investor mencari aset alternatif, termasuk seni rupa, di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Sorotan Lain: Toilet Emas Maurizio Cattelan

Selain rekor lukisan Gustav Klimt, perhatian publik juga tertuju pada karya kontroversial: toilet emas 18 karat berjudul America, karya seniman Italia Maurizio Cattelan. Toilet seberat 101 kilogram tersebut terjual seharga $12,1 juta.

Cattelan, seniman yang pernah viral karena karya pisang yang ditempelkan ke dinding dengan lakban, menciptakan America sebagai satir terhadap kemewahan ekstrem. “Apa pun yang Anda makan, entah makan siang $200 atau hot dog $2, hasil akhirnya tetap sama di toilet,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Salah satu toilet emas tersebut pernah dipamerkan di Guggenheim Museum New York dan menjadi berita internasional ketika dipinjamkan kepada Gedung Putih sebagai respons satir terhadap permintaan Donald Trump untuk meminjam lukisan Van Gogh. Toilet tersebut kemudian pernah dicuri di Blenheim Palace, Inggris, dan hingga kini keberadaannya tidak ditemukan.

Dampak Rekor Lukisan Gustav Klimt terhadap Pasar Seni 2025

Rekor Lukisan Gustav Klimt baru ini mencerminkan tren 2025, di mana pasar seni modern mengalami kenaikan permintaan. Para kolektor dari Asia Tenggara, Uni Emirat Arab, dan Eropa Timur semakin mendominasi pelelangan kelas dunia.

Beberapa poin penting dari efek rekor penjualan ini:

  • Harga karya seni modern diprediksi meningkat 10–15% pada awal 2026.
  • Karya Klimt diperkirakan menjadi aset investasi paling aman di pasar seni Eropa.
  • Museum di Asia dan Timur Tengah mulai bersaing untuk mendapatkan karya seniman klasik Eropa untuk memperkaya koleksi permanen mereka.

Para analis menyebut bahwa penjualan Klimt tahun ini bisa menjadi salah satu faktor yang mendorong rekor baru lagi pada musim lelang musim semi 2026.

Fakta Tambahan Terbaru tentang Lukisan Gustav Klimt

Untuk melengkapi informasi terbaru, berikut update dari dunia seni internasional:

  1. Sotheby’s mengumumkan minat tinggi terhadap koleksi Klimt pasca-lelang, dengan peningkatan permintaan konsultasi dari pembeli Asia.
  2. Galeri nasional Austria sedang mempertimbangkan pameran khusus Klimt 2026, karena kenaikan minat global terhadap karya sang maestro.
  3. Harga asuransi karya Klimt meningkat hingga 30%, menjadikannya salah satu karya seni paling mahal untuk diasuransikan pada 2025.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *